Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Oktober 2013

Desa Peradong peringati PHBN 2013 undang Elis Stania


FotoPERADONG NEWS -- Dalam rangka memperingati Perayaan Hari Besar Nasional (PHBN), yakni rangkaian dari peringatan 17 Agustus 2013, Desa Peradong melaksanakan kegiatan perlombaan Sepak Bola, Volly, Tarik Tambang, dan Karouke, serta puncak kegiatan tersebut adalah pembagian hadiah bagi para pemenang dalam perlombaan diiringi dengan hiburan yang dimeriahkan oleh Elis Stania.

Lewat tembang-tembang hitsnya, ia menghibur masyarakat Peradong khususnya dan masyarakat sekitarnya umumnya. 

Acara tersebut dihadiri oleh Camat Simpang Teritip, Bapak Syafi'i, S.Sos dan tamu undangan lainnya. Sebagai ketua panitia dalam kegiatah PHBN tesebut saudara Rupain. (el-rayyan)

Foto
Pembagian hadiah oleh Kades

Foto: Camat simpangteritip
Camat Simpang Teritip, Bapak Syafi'i, S.Sos

Foto: Kades peradong
Kades Peradong, Runi Pardi

Foto: Ketua panitia phbn prd
Katua Panitai PHBN, Rupain

Foto: Ali brahi duet dan elis
Elis Stania lagi duet

Foto: Cewek2 panitia phbn
Para panitia PHBN
Foto: Goyang yuk?

Foto: Elis
Elis Stania bersama masyarakat

Foto

Minggu, 30 Oktober 2011

Daftar Nama Kecamatan Kelurahan/Desa & Kodepos Di Kota/Kabupaten Bangka Barat Kep. Bangka Belitung


Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan beserta nomor kode pos (postcode / zip code) pada daerah/wilayah/area Kota/Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Republik Indonesia.

Negara : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Provinsi : Kepulauan Bangka Belitung (Babel)
Kota/Kabupaten : Bangka Barat

1. Kecamatan Jebus
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Jebus di Kota/Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) :
- Kelurahan/Desa Air Gantang (Kodepos : 33362)
- Kelurahan/Desa Bakit (Kodepos : 33362)
- Kelurahan/Desa Cupat (Kodepos : 33362)
- Kelurahan/Desa Jebus (Kodepos : 33362)
- Kelurahan/Desa Kapit (Kodepos : 33362)
- Kelurahan/Desa Kelabat (Kodepos : 33362)
- Kelurahan/Desa Ketap (Kodepos : 33362)
- Kelurahan/Desa Limbung (Kodepos : 33362)
- Kelurahan/Desa Puput (Kodepos : 33362)
- Kelurahan/Desa Ranggi Asam (Kodepos : 33362)
- Kelurahan/Desa Rukam (Kodepos : 33362)
- Kelurahan/Desa Sekar Biru (Kodepos : 33362)
- Kelurahan/Desa Semulut (Kodepos : 33362)
- Kelurahan/Desa Sungai Buluh (Kodepos : 33362)
- Kelurahan/Desa Telak (Kodepos : 33362)
- Kelurahan/Desa Teluk Limau (Kodepos : 33362)
- Kelurahan/Desa Tumbak Petar (Kodepos : 33362)

2. Kecamatan Kelapa
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kelapa di Kota/Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) :
- Kelurahan/Desa Air Bulin (Kodepos : 33364)
- Kelurahan/Desa Beruas (Kodepos : 33364)
- Kelurahan/Desa Dendang (Kodepos : 33364)
- Kelurahan/Desa Kacung (Kodepos : 33364)
- Kelurahan/Desa Kayuarang (Kodepos : 33364)
- Kelurahan/Desa Kelapa (Kodepos : 33364)
- Kelurahan/Desa Mancung (Kodepos : 33364)
- Kelurahan/Desa Pusuk (Kodepos : 33364)
- Kelurahan/Desa Sinar Sari (Kodepos : 33364)
- Kelurahan/Desa Tebing (Kodepos : 33364)
- Kelurahan/Desa Terentang (Kodepos : 33364)
- Kelurahan/Desa Tugang (Kodepos : 33364)
- Kelurahan/Desa Tuik (Kodepos : 33364)

3. Kecamatan Mentok / Muntok
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Mentok / Muntok di Kota/Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) :
- Kelurahan/Desa Tanjung (Kodepos : 33311)
- Kelurahan/Desa Sungai Baru (Kodepos : 33312)
- Kelurahan/Desa Sungai Daeng (Kodepos : 33313)
- Kelurahan/Desa Air Belo (Kodepos : 33351)
- Kelurahan/Desa Air Limau (Kodepos : 33351)
- Kelurahan/Desa Air Putih (Kodepos : 33351)
- Kelurahan/Desa Belolaut (Kodepos : 33351)

4. Kecamatan Simpang Teritip
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Simpang Teritip di Kota/Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) :
- Kelurahan/Desa Air Nyatoh (Kodepos : 33366)
- Kelurahan/Desa Berang (Kodepos : 33366)
- Kelurahan/Desa Ibul (Kodepos : 33366)
- Kelurahan/Desa Kundi (Kodepos : 33366)
- Kelurahan/Desa Mayang (Kodepos : 33366)
- Kelurahan/Desa Pangek (Kodepos : 33366)
- Kelurahan/Desa Pelangas (Kodepos : 33366)
- Kelurahan/Desa Peradong (Kodepos : 33366)
- Kelurahan/Desa Rambat (Kodepos : 33366)
- Kelurahan/Desa Simpang Gung (Kodepos : 33366)
- Kelurahan/Desa Simpang Tiga (Kodepos : 33366)

5. Kecamatan Tempilang
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tempilang di Kota/Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) :
- Kelurahan/Desa Air Lintang (Kodepos : 33365)
- Kelurahan/Desa Benteng Kota/Kuta (Kodepos : 33365)
- Kelurahan/Desa Buyan Kelumbi (Kodepos : 33365)
- Kelurahan/Desa Penyampak (Kodepos : 33365)
- Kelurahan/Desa Sangku (Kodepos : 33365)
- Kelurahan/Desa Simpang Yul (Kodepos : 33365)
- Kelurahan/Desa Sinar Surya (Kodepos : 33365)
- Kelurahan/Desa Tanjungniur (Kodepos : 33365)
- Kelurahan/Desa Tempilang (Kodepos : 33365)

Kembali Ke :
- List Nama Kecamatan, Kelurahan, Desa dan Kode Pos di Seluruh Indonesia
- List Nama Kecamatan, Kelurahan, Desa dan Kode Pos di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)

Penolakan Terhadap Rencana Kapal Isap

Warga Ancam Bakar Kapal Isap

Warga Ancam Bakar Kapal Isap



Penolakan Terhadap Rencana Kapal Isap
Warga Walk Out Saat Sosialisasi

MUNTOK (radarbangka.co.id) - Empat desa di Kecamatan Simpang Teritip yakni Desa Peradong, Air Nyato, Rambat dan Simpang Gong yang rencananya akan disinggahi Kapal Isap (KIP) menolak dengan tegas rencana tersebut di desa mereka.

Rencana tersebut terungkap dalam sosialisasi terkait penambangan yang diadakan oleh PT Sentral Tin Indo di gedung serba guna Kecamatan Simpang Teritip, Kamis (30/6).

Pantauan RB, sosialisasi tersebut sempat diwarnai keributan dialog sosialisasi berkaitan dengan KIP. Utusan warga akhirnya meninggalkan lokasi pertemuan setelah mereka mengetahui bahwa sosialisasi tersebut berkaitan dengan rencana akan masuknya KIP dikawasan pantai desa mereka.

Salah seorang warga desa saat ditemui mengatakan, apa pun alasan yang disampaikan oleh pihak perusahaan pada saat sosialisasi tersebut pada prinsipnya mereka secara kompak menyatakan penolakan terhadap KIP.

"Pokoknya kita menolak KIP masuk ke laut kita, karena sudah banyak dampak kerusakan yang ditimbulkan dari KIP, kita sebagai nelayan yang terkena imbas secara langsung dari aktifitas KIP tersebut," ujar warga yang meninggalkan ruangan sebelum acara sosialisasi usai dilaksanakan.

Tidak hanya itu, warga desa juga mengancam akan melakukan perlawanan jika pihak perusahaan akan tetap berupaya untuk masuk ke kawasan pantai mereka.

"Kalau tetap ngotot juga kita akan bakar kapal isap, tapi kalau memang tidak percaya silakan dicoba," ancam warga tersebut.

Sementara itu tenaga ahli dari PT Sentral Tin Indo, Harsono, saat dihubungi usai sosialisasi mengatakan, saat ini pihaknya baru sebatas sosialisasi saja dan belum melakukan aktifitas, sedangkan izin, kata Harsono, saat ini pihaknya sudah mengantongi izin eksplorasi dari pemerintah daerah setempat.

"Kalau izin dari pemerintah daerah kita baru sebatas izin eksplorasi, kalau izin yang lainnya belum ada, memang rencananya kita akan memasukkan kapal isap," ujar Harsono.

Lebih lanjut Harsono mengungkapkan, jika memang semua perizinan selesai dan tidak ada kendala dilapangan pihaknya tidak hanya akan memasukkan satu kapal isap saja namun bisa lebih banyak jumlahnya dikawasan pantai yang dianggap potensial dilakukan penambangan itu.

"Rencananya nanti satu dulu, tapi kalau memang memungkinkan kita akan memasukan kapal isap lagi, kemungkinan lebih dari satu," tutur Harsono.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat, Nova Triwahyudi saat dimintai tanggapannya mengungkapkan, untuk persoalan pertambangan, baik di laut dan di darat, saat ini perlu dilakukan penataan ulang oleh pemerintah daerah.

"Ini persoalan cukup rumit, karena akan bersinggungan langsung dengan penduduk sekitar, untuk itu kita meminta pemerintah daerah untuk segera menetapkan status kawasan, misalnya ini kawasan pertanian tidak bisa dilakukan penambangan, atau pantai ini untuk kawasan nelayan dan penambangan tidak boleh dilakukan, yang punya kewenangan untuk ini adalah kepala daerah," tutur Nova.

Disisi lain Nova mengungkapkan, penetapan status kawasan bisa dilakukan jika memang dikawasan tersebut belum ada RTRWnya, jika suatu kawasan sudah memiliki RTRW maka tidak boleh lagi dilakukan perubahan.

"Saya rasa dalam persoalan ini pemerintah daerah harus secepatnya untuk mengambil tindakan, jangan sampai persoalan penambangan ini terjadi berlarut-larut," tegas Nova.(dv)

sumber: http://www.radarbangka.co.id/berita/detail/global/1052/warga-ancam-bakar-kapal-isap.html

Jumat, 19 Agustus 2011

Meriam Kuno Sempat Bikin Mobil Mogok


meramatBB.jpeg
BANGKAPOS.COM/RIYADI
MERIAM kuno di Pangkal Peradong Desa Peradong Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat ternyata tidak mudah untuk memindahkan ke tempat lain.
Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

Meriam kuno di Pangkal Peradong Desa Peradong Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat, ternyata tidak mudah memindahkannya.

Sekdes Peradong Syahrudin mengisahkan, pernah ada pihak tertentu hendak memindahkan meriam kuno itu ke tempat lain. Namun, setelah meriam di masukkan ke mobil, mendadak saja mobil berhenti menyala mesinnya.

"Pengemudinya mencoba starter mesih berulang kali, namun mesin mobilnya tetap tidak mau menyala. Setelah, meriam diturunkan dari mobil lbarulah mesin mobil langsung hidup," papar Syarudin kepada bangkapos.com, Senin (13/06/2011).

Sementara Piun, seorang Sesepuh di desa itu yang mendampingi Sekdes Syahrudin dan bangkapos.com menyaksikan dari dekat sempat memegangi moncong meriam. Terlihat, Piun sepertinya berbisik dan menyampaikan beberapa kalimat.
Intinya Piun meminta ijin dan memberitahukan, bahwa yang datang memiliki niat baik, bukan untuk mengambil meriam.

Penulis : riyadi
Editor : emil
Sumber : bangkapos.com

Meriam Peradong


Simpang Teritip(21/06/2011), Sebuah meriam kuno peninggalan zaman Belanda tergeletak di pinggir muara Sungai Pelangas Desa Peradong Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat. Pada kesempatan ini Kabid Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Sastrawan A. Rani, S. Ip didampingi oleh Kasi Kessos Kecamatan Simpangteritip, Sukarman, S.Ipem dan Sekdes Peradong, Syarudin mengunjungi lokasi meriam itu berada, Senin kemarin (20/06/2011).

Menurut sumber berita dari Sekdes Peradong, Syarudin, kepastian asal usul meriam itu tidak pasti namun diperkirakan meriam itu telah berusia ratusan tahun. Syarudin mengungkapkan bahwa sebenarnya meriam itu berjumlah dua buah. Saat ini meriam hanya tinggal satu buah dan satunya lagi masih tertanam di dasar Sungai Pelangas yang belum diketahui pasti letak tertanamnya.

Di zaman Belanda, meriam kuno itu digunakan sebagai tanda keluar masuk kapal pengangkut barang oleh Belanda dikarenakan luas sungai hanya untuk satu kapal, jadi meriam digunakan sebagai tanda kapal yang hendak keluar masuk sungai itu, kisah Syarudin yang didapatnya dari orangtua-orangtua setempat.

Meriam kuno yang dapat dikategorikan sebagai benda cagar budaya Kabupaten Bangka Barat ini memiliki panjang 120 cm, dengan lingkaran moncong depan berdiameter 30 cm, lingkaran tengah berdiameter 20 cm, dan buritan belakang berdiameter 30 cm.

Sumber: http://www.bangkabaratkab.go.id

Meriam di Peradong Sejak Zaman Belanda

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

Meriam kuno, yang tergeletak di semak belukar di sekitar Pangkal Peradong di Desa Peradong Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat diperkirakan sudah ada sejak masa kolonial Belanda.

Meriam tersebut, bukan digunakan sebagai alat perang, melainkan sebagai tanda masuk dan keluarnya kapal (perahu) dari Muara Sungai Laut Pelangas ke Pangkal Peradong.

"Kita dengar kisah itu dari orang tua yang mengetahui sejarah meriam di Peradong, yang sejak zaman Belanda dulu, meriam tersebut digunakan sebagai tanda keluar masuknya perahu dari muara Pelangas (Laut China Selatan) ke Sungai Peradong," kata Rahman, seorang warga setempat kepada bangkapos.com Senin (13/6/2011) di lokasi Meriam di Pangkal Peradong Desa Peradong..

Selama itu, kata Rahman, perahu yang keluar masuk Sungai Peradong dari Muara Pelangas membawa muatan barang-barang milik kolonial Belanda, sedangkan kapal besarnya berlabuh di tengah laut.

Penulis : riyadi
Editor : emil
Sumber : bangkapos.com

Meriam Kuno Tergeletak di Peradong


meriam1.jpeg
BANGKAPOS.COM/RIYADI
i
MERIAM TUA - Meriam berukuran panjang sekitar satu meter berada di semak belukar di sekitar Pangkal Peradong di Desa Peradong Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat, Senin (13/06/2011). Diperkirakan usia meriam itu terbilang mencapai puluhan tahun.
Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

Hingga kini, sebuah meriam kuno berukuran panjang sekitar satu meter masih tergeletak di suatu tempat, sekitar Pangkal Peradong di Desa Peradong Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat. Masyarakat setempat menganggap, meriam ini sebagai barang bersejarah, meski terlihat sudah tidak terawat.

Kepada bangkapos.com, seorang Sesepuh Desa Peradong bernama Piun menuturkan, tidak tahu secara persis asal-usul meriam tersebut dari mana.

"Sejak kami kecil, benda itu sudah ada, saya nggak tahu asal-usulnya, orang yang merawat meriam sudah lama meninggal," kata Piun kepadabangkapos.com Senin (13/6/2011) di lokasi meriam di Pangkal Peradong desa setempat.

Menurut Piun, jumlah meriam sebenarnya ada dua buah, satu buah berada di semak-semak daratan Pangkal Peradong dan satunya lagi tertanam di dasar sungai. Hanya saja, satu meriam yang tertanam di dasar sungai tersebut tidak satupun yang mengetahui keberadaannya.



Penulis : riyadi
Editor : emil
Sumber : bangkapos.com

Rabu, 13 Januari 2010

Perayaan Tradisi Sedekah Kampung Peradong 2010


Perayaan Tradisi Sedekah Kampung Peradong 2010



PERADONG NEWS - Di awal tahun 2010 ini, tepatnya pada tanggal 07 Maret 2010, masyarakat Peradong Kecamatan Simpang Teritip Bangka Barat kembali akan merayakan tradisi tahunan, yaitu tradisi “Sedekah Kampung Peradong”. Tradisi ini merupakan tradisi warisan dari nenek moyang yang tidak diketahui kapan adanya, dan telah dilakukan selama puluhan tahun.


Sebagaimana biasanya, setiap tahun masyarakat Peradong selalu merayakan tradisi tahunan ini dengan berbagai acara. Selain itu, masyarakat juga biasanya membuat makanan, seperti dodol (makanan khas masyarakat) dan lain sebagainya guna memeriahkan acara tersebut.


Arak-arakan dalam Tradisi Sedekah Kampung Peradong


Dalam tradisi ini, terdapat beberapa ritual dan pantangan yang harus dipatuhi dan dilakukan. Ritual tersebut, seperti upacara permohonan izin melaksanakan sedekah kampung, tamat ngaji (khataman al-Qur’an), sunat kapong (kampung), selawatan barzanji, dan penampilan pencak silat kampung. Kesemua ritual tersebut dikemas dalam dua hari pelaksanaan, yang biasanya ditetapkan pada hari Sabtu dan Minggu. Adapun pantangan selama acara berlangsung adalah dilarang menyalakan lampu senter, duduk di atas pagar, menjemur atau meletakkan pakaian di atas pagar dan lain sebagainya. Jika pantangan tersebut dilanggar, konon katanya bisa kepuler (kepala terbalik ke belakang).


Untuk memeriahkan acara tersebut, masyarakat biasanya mendatangkan grup band dangdut lokal. Sehingga dengan demikian, masyarakat dan pengunjung selain merayakan tradisi tahunan tersebut, juga dapat terhibur dengan hiburan yang ada. Hiburan lain, selain band juga dimeriahkan dengan penampilan dambus, yang dimainkan oleh masayarakt setempat yang diikuti dengan tarian khas dambus oleh gadis-gadis kampung tersebut.


Semoga tradisi ini tetap dijaga dan dilestarikan, karena tradisi ini merupakan warisan tradisi loka yang ada di Kepulauan Bangka Belitung. Semoga dengan ini, ada perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah untuk menyemarakkan Visit Babel Archipelago 2010.


وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلَوةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَـ شِعِينَ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.

Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat,

kecuali bagi orang-orang yang khusyu',

(Al-Baqarah: 45)